Kasih Terbesar


.
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya…”

Pada suatu siang, sebuah peluru mortir mendarat di sebuah panti asuhan di sebuah perkampungan kecil Vietnam. Seorang petugas panti asuhan dan dua orang anak langsung tewas, beberapa anak lainnya terluka, termasuk seorang gadis kecil yang berusia sekitar 8 tahun.

Orang-orang dari kampung tersebut segera meminta pertolongan medis dari kota terdekat. Akhirnya, seorang dokter Angkatan Laut Amerika dan seorang perawat dari Perancis yang kebetulan berada di kota itu bersedia menolong. Dengan membawa Jeep yang berisi obat-obatan dan perlengkapan medis mereka berangkat menuju panti asuhan tersebut.

Setelah melihat keadaan gadis kecil itu, dokter menyimpulkan bahwa anak tersebut sudah dalam keadaan yang sangat kritis. Tanpa tindakan cepat, anak itu akan segera meninggal kehabisan darah. Transfusi darah adalah jalan terbaik untuk keluar dari masa kritis ini.

Dokter dan perawat tersebut segera mengadakan pengujian singkat kepada orang-orang di panti asuhan - termasuk anak-anak, untuk menemukan golongan darah yang cocok dengan gadis kecil itu. Dari pengujian tersebut ditemukan beberapa orang anak yang memiliki kecocokan darah dengan gadis kecil tersebut.

Sang dokter, yang tidak begitu lancar berbahasa Vietnam - berusaha keras menerangkan kepada anak-anak tersebut - bahwa gadis kecil itu hanya bisa ditolong dengan menggunakan darah salah satu anak-anak itu. Kemudian, dengan berbagai bahasa isyarat, tim medis menanyakan apakah ada di antara anak-anak itu yang bersedia menyumbangkan darahnya bagi si gadis kecil yang terluka parah.

Permintaan itu ditanggapi dengan diam seribu bahasa. Setelah agak lama, seorang anak mengacungkan tangannya perlahan-lahan, tetapi dalam keraguan ia menurunkan tangannya lagi, walaupun sesaat kemudian ia mengacungkan tangannya lagi.

“Oh, terima kasih,” kata perawat itu terpatah-patah. “Siapa namamu ?”

“Heng,” jawab anak itu.

Heng kemudian dibaringkan ke tandu, lengannya diusap dengan alkohol, dan kemudian sebatang jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darahnya. Selama proses ini, Heng terbaring kaku, tidak bergerak sama sekali.

Namun, beberapa saat kemudian ia menangis terisak-isak, dan dengan cepat menutupi wajahnya dengan tangannya yang bebas.

“Apakah engkau kesakitan, Heng ?” tanya dokter itu. Heng menggelengkan kepalanya, tetapi tidak lama kemudian Heng menangis lagi, kali ini lebih keras. Sekali lagi dokter bertanya, apakah jarum yang menusuknya tersebut membuatnya sakit, dan Heng menggelengkan kepalanya lagi.

Tetapi tangisan itu tidak juga berhenti, malah makin memilukan. Mata Heng terpejam rapat, sedangkan tangannya berusaha menutup mulutnya untuk menahan isakan tangis.

Tim medis itu menjadi khawatir, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Untunglah seorang perawat Vietnam segera datang. Melihat anak kecil itu yang tampak tertekan - ia berbicara cepat dalam bahasa Vietnam. Perawat Vietnam itu mendengarkan jawaban anak itu dengan penuh perhatian, dan kemudian perawat itu menjelaskan sesuatu pada Heng dengan nada suara yang menghibur.

Anak itu mulai berhenti menangis - dan menatap lembut mata perawat Vietnam itu beberapa saat. Ketika perawat Vietnam itu mengangguk - tampak sinar kelegaan menyinari wajah Heng.

Sambil melihat ke atas, perawat itu berkata lirih kepada dokter Amerika tersebut, “Ia mengira bahwa ia akan mati. Ia salah paham. Ia mengira anda memintanya untuk memberikan seluruh darahnya agar gadis kecil itu tetap hidup.”

“Tetapi kenapa ia tetap mau melakukannya ?” tanya sang perawat Perancis dengan heran.

Perawat Vietnam itu kembali bertanya kepada Heng.. dan Heng pun menjawab dengan singkat :

“Ia sahabat saya..”

(Seperti yang ditulis oleh Kolonel dr. John W. Mansur, - termuat dalam buku “The Missileer”, New York, 2004) 
»»  READMORE...

Di Tangan Siapa


.
Bola basket dalam tanganku berharga $19.
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Baseball dalam tanganku berharga $6.
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Jadi serahkan segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu,
harapan-harapanmu, impian-impianmu,
keluargamu, kawan serta sahabat-sahabatmu
dalam tangan TUHAN sebab...
segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.

Pesan ini sekarang ada dalam tanganmu.
Apa yang hendak kau lakukan dengannya?
Tergantung ada dalam tangan siapa.
GBU 
»»  READMORE...

Lepaskan Peganganmu


.
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5

Suatu hari, Kerry Shook, penulis buku "One Month to Live" mengajak putranya bermain ke taman. Begitu sampai di taman, putranya Josh langsung berlari ke arah permainan yang paling di sukainya, sebuah palang untuk bergantung.

"Tolong angkat aku untuk bergantung di palang ini," demikian pintanya pada sang Ayah.

Kerry lalu mangangkatnya, dan tangan kecil Josh langsung berpegang erat pada palang tersebut tanpa dipegang lagi oleh ayahnya.

Kaki kecilnya bergantung sekitar 5 kaki di atas tanah, dan Josh terlihat begitu bangga bisa kuat bergantung disana. Sekitar beberapa menit kemudian, dia mulai lelah dan meminta di turunkan.

"Ayah, tolong turunkan saya."

Ayahnya menjawab,"Josh, lepaskan saja peganganmu dan aku akan menangkapmu."

Terlihat segurat keraguan di wajahnya, dia berkata,"Tidak, turunkan aku."

Kembali Kerry berkata,"Josh, jika kamu lepaskan peganganmu, aku akan menangkapmu."

"Tidak, turunkan aku."

"Josh, aku mencintaimu. Aku janji, aku akan menangkapmu."

Bagi Kerry ini adalah kesempatan untuk mengajar Josh bahwa dia bisa mempercayai ayahnya. Josh hanya perlu melepaskan pegangan pada palang itu, dan ayahnya akan menangkapnya. Tetapi pria kecil itu bertahan dengan seluruh kekuatannya bergantung di palang itu. Dia berpegangan hingga tangannya mulai kelelahan dan tidak bisa bertahan lagi. Akhirnya dia lepaskan pegangannya dan dia ditangkap oleh ayahnya.

Sebuah senyum mengembang diwajahnya, dia diturunkan ke tanah oleh ayahnya dan langsung berlari untuk bermain ayunan.

Pelajaran untuk Josh telah selesai, namun ayahnya, Kerry tiba-tiba mendengar suara Tuhan dengan jelas yang berbicara kepadanya.

Seperti itulah hubunganmu denganKu. Kamu sering berpegangan dengan suatu keputusasaan pada palang kehidupanmu, coba melakukan sesuatu dengan kekuatanmu sendiri. Kamu mengalami pergumulan yang tiada akhir, mencoba mengendalikan semua situasi. Kamu bertahan dan berpikir bahwa tidak ada orang yang akan menangkapmu sehingga kamu pikir lebih baik kamu bertahan di palang tersebut dan mempererat pegangan. Ketika kamu lelah bergantung, dan tanganmu mulai lemah, Aku berkata, "Lepaskan pegangan, dan Aku akan menangkapmu. Lepaskan peganganmu. Aku janji, Aku mencintaimu dan akan menangkapmu."

Seringkali kita mencoba mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri, berpikir sebaiknya kita ke kiri, ketika Tuhan berkata ke kanan.

Hari ini Dia berkata, "Aku membentukmu dengan tanganKu sendiri. Aku menciptakanmu dengan sebuah tujuan, dan Aku mati untuk menebusmu. Mengapa kamu tidak bisa mempercayaiKu? Aku memberikan hidupKu untukmu. Aku Tuhan atas alam semesta ini. Kamu hanya perlu melepas peganganmu, dan Aku akan menangkapmu."

Bapa sorgawi ingin Anda dan saya untuk mempercayainya. Jika Anda berkeras untuk mengendalikan keadaan Anda sendiri, berjuang dengan kekuatan Anda sendiri, merencakan apa yang baik menurut pikiran Anda sendiri, Anda akan kelelahan. Anda akan kehabisan daya.

Ini adalah saatnya Anda mengambil sebuah resiko untuk melepaskan pegangan Anda. Ini saatnya untuk mengalami kuasa Tuhan bagaimana Dia menyatakan mukjizatNya dalam hidup Anda bahkan pada bagian-bagian yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya.

Mempercayai Tuhan membutuhkan keberanian, hal itu di butuhkan iman. Namun mempercayai Tuhan tidak akan pernah merugikan. Memang, jantung Anda akan sedikit deg-degan, tapi percayalah Dia selalu tepat waktu dan tidak mungkin meleset untuk menangkap Anda.



Waktu Tuhan selalu indah, dan Dia dapat dipercaya. GBU 
»»  READMORE...

Berani Tampil Beda


.
“Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” 2 Timotius 2:22

Dalam perkembangan jaman yang semakin cepat di era globalisasi saat ini membuat anak-anak muda berusaha tampil dengan mengikuti tren yang sedang berkembang. Kecenderungan anak-anak muda adalah berusaha untuk bisa mendapat pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Mereka berusaha agar dapat diterima dalam lingkungan pergaulannya yaitu dengan cara mengikuti tren yang ada saat ini. Jika mereka tidak mengikuti tren yang sedang berkembang, maka mereka akan dianggap ketinggalan jaman dan kurang pergaulan.

Banyak hal yang bisa dianggap tren bagi anak muda, mulai dari cara berpakaian, cara berbicara, cara berdandan/bergaya, gaya hidup, tempat jalan-jalan, tempat hiburan, tempat berbelanja, barang-barang mewah, musik, film, teknologi gadget, internet, bahkan sampai kepada kebiasaan buruk yaitu merokok hingga kepada dunia gemerlap (kehidupan malam).

Tekanan dari teman-teman sering dialami bagi anak-anak muda yang tidak mau mengikuti tren-tren itu. Bukan suatu hal yang mudah untuk menolak atau tidak mengikuti tren yang ada.

Sebagai anak muda yang mengenal Tuhan, tentunya harus dengan cermat mengikuti tren-tren yang ada. Anak-anak muda harus pintar-pintar memilih tren apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi mereka, agar tetap berjalan dalam kehendak Tuhan dan tidak menyimpang dari jalanNya.


Bagaimana agar anak-anak muda dapat tetap di dalam Tuhan dan berani tampil berbeda dengan dunia ini?

1. Hidup sesuai dengan Firman Tuhan
“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. ” Maz 119:9

Hanya dengan Firman Tuhan-lah seorang anak muda dapat mempertahankan jalannya sesuai dengan kehendak Tuhan. Firman Tuhan akan menerangi setiap sisi kegelapan yang ada. Tuhan akan memberi hikmat bagi anak-anak muda, tren apakah yang sesuai dan tidak sesuai dengan kehendakNya.

Tidak mengikuti tren yang tidak sesuai dengan jalanNya bukan berarti akhir dari kehidupan. Tetapi ketika anak muda memilih untuk tidak mengikuti tren yang ada dan lebih mementingkan kehendak Tuhan dalam dirinya, maka dia akan memperoleh harta yang paling berharga di dunia ini.

Menjadi umat Tuhan bukan berarti kita menjadi orang yang kurang pergaulan, tetapi lebih kepada menjadi orang yang mempunyai integritas untuk menyatakan ya di atas ya dan tidak di atas tidak. Menjadi orang yang berani untuk menolak ajakan maupun kebiasaan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan dan siap menerima segala resiko dengan menolak ajakan tersebut.

2. Menjauhi Hawa Nafsu
Dalam 2 Timotius 2:22 jelas sekali dikatakan untuk menjauhi segala nafsu orang muda. Segala keinginan untuk memenuhi hawa nafsu hanyalah membawa kepada kebinasaan. Hawa nafsu akan terus menyerang kehidupan anak-anak muda. Oleh karena itu setiap keinginan yang muncul haruslah diserahkan kepada Yesus Tuhan. Tidak setiap keinginan harus dimiliki saat itu juga atau bahkan ada keinginan-keinginan tertentu yang harus ditolak karena tidak sesuai dengan FirmanNya.

“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. ” 1 Yoh 2:16

Mintalah kepadaNya agar Dia memberi kekuatan untuk dapat menolak setiap hawa nafsu yang ada.

Berjalanlah sesuai dengan Firman Tuhan, dan tetap setia dalam setiap langkah yang diambil baik dalam pergaulan maupun aktivitas apapun. Hidup di dalam kasih Tuhan dan tetap memelihara damai di dalam kehidupan kita.

3. Menjadi Teladan
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” 1 Tim 4:12

Sebagai anak muda bukan berarti tidak bisa menjadi teladan. Justru selama menjalani masa muda harus mulai bisa menunjukkan bahwa kita adalah teladan yang patut ditiru baik dalam perkataan, tingkah laku, kasih kepada sesama, kesetiaan kepada Tuhan dan dalam kesucian hidup yang berani untuk menolak segala kecemaran yang ada.

Tuhan akan memampukan setiap anak muda agar dapat hidup seturut dengan kehendakNya sehingga dapat menjadi teladan bagi teman-teman pergaulannya.
“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. ” Maz 127:4-5

GBU
»»  READMORE...

Saluran Kasih


.
Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. —1 Yohanes 3:18


Ada banyak mahasiswa yang mengikuti perjalanan misi di musim panas. Namun, jarang ada yang kembali dengan rencana untuk menyelamatkan seorang bayi. Mallery Thurlow, seorang mahasiswi di Cornerstone University di Grand Rapids, pergi ke Haiti untuk membantu pendistribusian makanan. Satu hari seorang ibu muncul di tempat pendistribusian makanan itu dengan menggendong seorang bayi yang sakit parah. Ibu itu tidak memiliki pilihan lain. Bayi itu harus dioperasi, tetapi tidak ada yang mau melakukannya. Jika tidak ditolong, bayi itu akan meninggal. Mallery kemudian tidak hanya memeluk bayi Rose itu, ia juga mengingatnya dalam hati.


Sekembalinya ke AS, Mallery mencari dokter mana yang dapat mengoperasi bayi Rose. Sebagian besar dokter mengatakan harapannya kecil. Akhirnya, Rose memperoleh visa untuk meninggalkan Haiti dan Mallery kembali ke Haiti untuk menjemputnya. Rumah Sakit Anak Detroit mau menanggung biaya operasi sebesar $100,000 AS dan operasi itu berhasil. Hidup bayi kecil itu pun terselamatkan.


Kita mungkin tidak akan memiliki dampak sedramatis itu atas hidup orang lain. Namun, tertantang oleh kepedulian mahasiswi ini, kita dapat menemukan cara-cara untuk memberikan pertolongan. Mahasiswi itu tidak membiarkan situasi, usia mudanya, atau ketidaknyamanan menghentikan dirinya untuk menyelamatkan hidup Rose.


Seperti halnya Mallery, kita dipanggil untuk mengasihi "dalam perbuatan dan dalam kebenaran" (1 Yoh. 3:18). Kepada siapa Anda dapat menyalurkan kasih Allah hari ini?


Ketika Anda melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan,

Kasih memuntut perbuatan yang penuh kasih;
Jangan hanya berkata Anda sungguh mengasihinya,
Buktikan dengan perbuatan yang Anda lakukan.



Belas kasih mewujudkan kasih menjadi perbuatan.
»»  READMORE...

4 Cara Jitu untuk Kehilangan Jodoh yang dari Tuhan


.
Kalau kamu melakukan dengan setia dan terus menerus salah satu saja dari cara-cara di bawah ini, maka sudah dapat dipastikan kamu tidak akan pernah dapat menemukan “Jodoh yang dari Tuhan”.
* Cara ke 01 : “Teruskan segala upaya untuk mencari jodoh !”
Modal utama untuk dapat lakukan hal ini secara konsisten, adalah adanya hati yang tidak sabar dan berpanduan hanya kepada dorongan hati.
Mengapa cara ini bisa membuat kita kehilangan Jodoh kita yang sebenarnya ?
Coba lihat bagaimana Allah mempertemukan Adam dengan jodohnya, Hawa? Apakah Adam begitu berusaha mencari usaha untuk mendapatkannya sampai tidak bisa tidur? Tidak, bukan.. Bahkan dikatakan justru saat Adam tidur nyenyak maka Allah siapkan jodohnya. Tidur artinya berserah dan percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik, dalam waktu yang terbaik dan dengan cara yang terbaik.
Ada pepatah mengatakan demikian “Saat kita angkat tangan maka Allah turun tangan, tapi saat kita turun tangan maka Allah angkat tangan”
Berdoa untuk jodoh yang dari Tuhan itu perlu, tapi kalau kembali melakukan usaha sendiri seolah-olah Tuhan tidak sanggup itu sama artinya dengan “tidak yakin”. Padahal firman Tuhan dalam Yakobus 5:16b berbunyi “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
* Cara ke 02 : “Utamakan penampilan seseorang lebih daripada apapun !”
Komunitas para pencari jodoh atau petualang-petualang cinta adalah faktor yang paling menentukan seseorang sehingga memiliki cara pandang seperti di atas. Memang pengaruh media hiburan dan film punya andil tapi tidak sebesar pengaruh dari pergaulan komunitas ini.
Mengapa cara ini bisa membuat kita kehilangan Jodoh kita yang sebenarnya ?
Yohanes 7:24 “Jangan menghakimi menurut apa yang tampak, tetapi hakimilah yang adil.”
Maksudnya bahwa yang tampil di permukaan tidak memberikan gambaran mengenai keadaan seluruhnya. Yang ditampilkan hanya permukaan laut yang tenang padahal di bawahnya terdapat arus dalam yang kuat.
Bertemu dengan jodoh dan akhirnya menikah bukanlah sekedar hal jasmani semata, tapi lebih penting lagi, karena masalah pernikahan dan jodoh adalah “hal yang rohani”.
Dalam Maleakhi 2:15 menyatakan bahwa Allahlah yang menghendaki jika seseorang bertemu dengan jodohnya yang diakhiri dalam sebuah pernikahan. Ini menunjukkan bahwa masalah rohani dari seseorang lebih penting daripada masalah jasmani untuk memastikan ia adalah jodoh dari Tuhan atau bukan.
Pertama yang perlu diingat adalah tidak mungkin Allah akan pertemukan kita dengan jodoh dari seseorang yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan di hidupnya, karena bukankah firman Tuhan menegaskan bahwa Terang dan gelap tidak mungkin bersatu (2 Kor 6:14). Jadi sekalipun secara penampilan “masuk dalam kriteria” tapi belum Lahir Baru, maka sudah dapat dipastikan saat ini ia bukanlah Jodoh dari Tuhan.
Tapi bukankah, dengan saya berpacaran dengan dia, saya bisa membawa dirinya menerima Yesus sebagai Tuhan? Jangan tertipu oleh iblis. Tuhan akan mempertemukan kita dengan jodoh kita untuk membangun hubungan sahabat yang lebih dalam hanya dengan orang yang telah Lahir Baru.
Jika seandainya benar, Tuhan ternyata menyediakan jodoh dari orang yang belum percaya; biarkan saja ia tetap berada dalam prosesnya Tuhan untuk mengenal keselamatan dan mengalami proses Kelahiran Baru dengan caranya Allah dan bukan dengan caranya kita. Kesampingkan dahulu kerinduan untuk ber-jodoh dengan dia, tunggu sampai Tuhan yang memberitahu kapan waktunya untuk dipertemukan sebagai jodoh.

 * Cara ke 03 : “Imani bahwa Tuhan menetapkan orang yang menimbulkan simpatik adalah Jodoh yang dari Tuhan”
Kepercayaan bahwa Tuhan akan bekerja seperti apa yang kita kehendaki merupakan modal utama untuk menumbuhkan sikap hati seperti ini.
Mengapa cara ini bisa membuat kita kehilangan Jodoh kita yang sebenarnya ?
Karena “iman” yang digunakan dalam hal ini bukanlah iman yang sebenarnya. Ibrani 11:1 menyatakan bahwa “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
“Bukankah itu artinya saya boleh beriman dengan sesuatu yang saya harapkan?”
Oh…tunggu sebentar ada ayat kedua yang akan memperjelas maksud Ibrani 11 ini, yaitu Yakobus 4:3 “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”
Jadi iman sejati tidak timbul dari pengharapan karena nafsu keinginan (“ngebet” dapat jodoh) tapi dari firman Tuhan yang adalah KehendakNYA. Justru kalau kita berusaha “Imani “ seseorang menjadi jodoh kita, menurut Yakobus 4:3, kita tidak akan menerima apa-apa.
* Cara ke 04 : “Jangan biarkan si doi lepas dari cengkeraman”
Pepatah “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” (bahasa Jawa artinya “Cinta tumbuh karena terbiasa”) menjadi prinsip yang mendasari “semangat ‘45” ini dalam mendapatkan jodoh yang dari Tuhan.
Mengapa cara ini bisa membuat kita kehilangan Jodoh kita yang sebenarnya?
Sekalipun dikemas dengan segala istilah dan bumbu-bumbu rohani, didoakan, diimani, dipuasakan tetap saja pengertiannya adalah memaksakan Allah pada kehendak kita.
Pemuda atau pemudi yang “berjuang” dalam PeDeKaTe dengan filosofi ini memang seringkali terlihat berhasil “jadian” bahkan masuk dalam pernikahan. Tapi tidak sedikit bahkan terhitung banyak yang mengalami keraguan saat menjalani pernikahan. “Apakah betul suami/isteri saya adalah jodoh yang dari Tuhan?“
Mengapa demikian? Karena usaha yang gencar untuk mencengkeram sang pujaan hati sampai ia bertekuk lutut cenderung akan membuahkan kesepakatan untuk menikah karena faktor sungkan, tidak enak hati, kasihan dan unsur coba-coba. Padahal, siapakah yang sebenarnya lebih mengenal diri kita dan seluruh kebutuhannya? Diri kita sendiri atau Yang Menciptakan diri kita ?
Seorang penyanyi rohani ’80 an Sheila Walsh menyanyikan sebuah lagu berjudul “Lord You Know me Better Than I Know Myself “ mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Trus…kalau cara jitu supaya tidak kehilangan Jodoh yang dari Tuhan, bagaimana?
Firman Tuhan dalam Yesaya 40:31 memberikan kuncinya, sebagai berikut: “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

“Menanti-nantikan TUHAN” adalah kuncinya. Bagaimana praktisnya ? Nantikan dalam posting yang berikutnya :)
(hy bersumber dari buku “Pria Idaman” Jo Lynne Pool, Metanoia 1998)
»»  READMORE...

Pembentukan Hati


.
Suatu kali, Yesus berkeliling di seluruh Galilea untuk mengajar di dalam rumah ibadah dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara mereka. Lalu, tersiarlah berita tentang Yesus di seluruh Siria, Dekapolis, Yerusalem, Yudea dan seberang Yordan, sehingga orang-orang berbondong-bondong mengikuti Dia. Melihat orang banyak itu, Yesus naik ke atas bukit dan mengajar murid-muridNya demikian, “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi,”(Matius 5:5). Mengapa orang-orang yang memiliki bumi adalah mereka yang mempunyai ciri khas lemah lembut? Karena kelemahlembutan hati adalah kesediaan seseorang untuk dibentuk oleh Tuhan.

Apa maksud “dibentuk oleh Tuhan”?

1. Manusia memiliki hati yang licik
Hati manusia sangat licik, sehingga Allah perlu membentuknya menjadi lemah lembut. Kata Yeremia, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."(Yeremia 17:9-10). Apakah hati licik ketika sedang berbisnis? Apakah kita memiliki hati yang licik terhadap isteri, anak dan keluarga? Jika kita ingin memiliki hati yang lemah lembut, maka kita perlu dibentuk oleh Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.

2. Manusia memiliki hati yang keras kepala
Sebagai orang percaya kita ingin memiliki bumi, namun tanpa menyadari bahwa hati keras kepala. Tuhan berfirman melalui Yesaya, “Oleh karena Aku tahu, bahwa engkau tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu,”(Yesaya 48:4). Karena itulah Allah membentuk kita melalui proses pembentukan setiap hari. Tuhan seringkali memakai isteri, suami, anak-anak atau orang-orang yang terdekat dengan kita untuk melembutkan hati kita.

Mari, kita sebagai orang-orang yang hidup di dalam Kerajaan Allah melihat ke dalam hati kita dan membiarkan Tuhan dengan kuasaNya membentuk hati kita sesuai kehendakNya. Jangan pernah menyerah kepada pembentukan yang kita sedang alami, karena kita akan menikmati hal-hal yang indah bersama Tuhan setelah melewati proses Tuhan dengan baik.

GBU 
»»  READMORE...